Hal yang Harus Diperhatikan dalam Membuat Surat Lamaran Kerja, Apa Saja Ya ?

Selamat datang di Pembahasanku.com selalu bantu kami agar berkembang. Pada waktu saat ini, aku akan membahas berkenan Hal yang Harus Diperhatikan dalam Membuat Surat Lamaran Kerja, Apa Saja Ya ? semoga bisa membantu kamu menambahkan wawasan.

Pembahasanku.com – Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat surat lamaran kerja. Karena jika dibuat secara asal, besar kemungkinan lampiran surat dan CV yang dikirim bersama surat tersebut tidak akan dibaca oleh HRD ketika melihat permohonan lamaran kerja Anda.

Seperti yang Anda ketahui, surat lamaran kerja merupakan hal pertama yang akan dicari oleh HRD sebelum memeriksa CV dan sertifikat-sertifikat yang Anda kirimkan.

Bisa dibilang, surat ini merupakan penentu kesan pertama HRD yang akan menilai Anda. Oleh karena itu, berikut ini kami akan bantu membuat surat lamaran jadi lebih menarik dengan memperhatikan hal-hal di bawah ini.

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Membuat Surat Lamaran Kerja

Agar surat lamaran kerja dibaca sampai selesai oleh HRD, perhatikan hal-hal berikut ini di dalam surat yang Anda buat.

1. Awali dengan Sederhana dan Tidak Berbelit-belit

Sebelum masuk ke paragraf awal surat, Anda wajib menulis Perihal surat tersebut. Hal ini akan memudahkan HRD mengetahui apa maksud dan tujuan surat yang dikirim.

Kemudian, tulis nama lengkap PT dari perusahaan tempat Anda melamar dan tuliskan alamatnya dengan lengkap.

Paragraf pembuka surat lamaran kerja juga harus dibuat dengan sesimple mungkin dengan tetap mengutarakan maksud Anda dengan jelas.

2. Sebutkan Kemampuan yang Berhubungan dengan Jobdesk yang Diminati

Setelah menuliskan data diri, paragraf selanjutnya adalah menjelaskan kemampuan yang Anda miliki secara keseluruhan. Dalam menulis materi surat lamaran pekerjaan bagian ini, Anda tidak boleh mengulang penjelasan yang sudah ada dalam CV.

Selain itu, menuliskan kemampuan yang berhubungan dengan perusahaan atau dengan jobdesk yang diinginkan bisa jadi pertimbangan tambahan untuk HRD. Contohnya bila Anda ingin melamar sebagai desain grafis, jabarkan bahwa Anda menguasai perangkat lunak Photoshop, Adobe Illustrate, dan sebagainya.

3. Tampilan Surat dan Penutup

Salam penutup surat lamaran pekerjaan harus dibuat dengan tegas dan lugas serta menjelaskan bahwa Anda mengharapkan bahwa HRD memanggil kembali untuk interview bila memenuhi kriteria.

Dan sebelum surat tersebut dikirim, pastikan tidak ada typo, coretan, atau salah penulisan kata yang tidak baku dalam surat tersebut.

Itulah dia beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat surat lamaran kerja. Jangan lupa untuk melakukan riset tentang perusahaan agar tidak ada informasi yang salah dalam surat tersebut.

Pengertian Daftar Riwayat Hidup

Sebelum melamar pekerjaan ke sebuah perusahaan, Anda perlu tahu apa pengertian daftar riwayat hidup terlebih dulu. Karena daftar riwayat hidup digunakan untuk pertimbangan apakah perusahaan tersebut bisa menerima Anda sebagai karyawan atau tidak.

Tanpa ada daftar HRD tidak bisa menilai kemampuan maupun pengalaman calon karyawannya yang akan bekerja. Selain itu, cara mengisi daftar riwayat hidup juga harus dilakukan dengan benar.

Mengisi dokumen ini dengan asal, apalagi bohong, justru akan membuat citra Anda semakin buruk di mata HRD sebagai pelamar.

Namun sebelum membahas tentang cara mengisinya, mari kita pelajari dulu pengertian daftar riwayat hidup dan jenis-jenisnya.

Pengertian Daftar Riwayat Hidup

Sesuai dengan namanya, daftar riwayat hidup merupakan sebuah dokumen yang menjelaskan tentang riwayat hidup calon karyawan yang bisa mempengaruhi pekerjaannya Isi daftar riwayat hidup biasanya berupa di mana saja orang tersebut pernah bekerja, pendidikan apa saja yang pernah ia selesaikan, dan informasi pribadi lainnya.

Beberapa orang sering menyamakan daftar riwayat hidup dengan CV atau curriculum vitae. Meskipun begitu, terdapat beberapa perbedaan daftar riwayat hidup dan CV.

Jenis-Jenis Daftar Riwayat Hidup

Berdasarkan kegunaannya, terdapat 2 jenis daftar riwayat hidup atau Curriculum Vitae yaitu:

Curriculum Vitae Berdasar Keterampilan

Daftar riwayat hidup yang dibuat berdasarkan keterampilan tentunya dibutuhkan untuk menilai kemampuan seseorang dalam melakukan pekerjaannya. Biasanya, daftar riwayat hidup seperti ini digunakan untuk pekerjaan dengan kemampuan tertentu seperti, desain grafis, fotografer, videografer, dan masih banyak lagi.

Pelamar tidak wajib mencantumkan pendidikan atau pengalaman kerja di dalam CV jenis ini. Karena perusahaan hanya akan melihat apakah karyanya memenuhi standar atau tidak.

Curriculum Vitae Berdasar Pengalaman dan Kronologi

Daftar riwayat hidup yang satu ini mewajibkan pelamar mencantumkan semua riwayat pekerjaan yang pernah dilakukan sebelumnya.

Beberapa dari Anda mungkin bertanya, apa tujuan kita membuat daftar riwayat hidup berdasarkan kronologi dan pengalaman?

Ternyata hal tersebut digunakan oleh perusahaan untuk menilai pengalaman kerja seseorang dan bagaimana riwayat pekerjaan sebelumnya.

Itulah penjelasan tentang pengertian daftar riwayat hidup yang perlu Anda pahami. Jangan lupa untuk selalu membuat dokumen ini dengan rapih agar terlihat menarik di mata para HRD.

Tips Agar Daftar Riwayat Hidup Dilirik HRD

Agar CV yang dikirim semakin cepat dilihat oleh perusahaan, Anda bisa menggunakan beberapa tips agar daftar riwayat hidup dilirik HRD yang akan kita bagikan dalam artikel kali ini. Karena seperti yang sudah semua orang ketahui, terkadang CV yang kita kirim tidak langsung dilihat atau bahkan hanya sekedar dilihat saja tanpa dibaca dengan seksama oleh perusahaan tempat melamar.

Hal tersebut sebenarnya bisa diterjadi karena banyak faktor. Mulai dari format pengiriman yang salah, tidak memenuhi syarat yang diberi tahu oleh perusahaan, hingga membuat daftar riwayat hidup yang tidak rapih.

Oleh karena itu, berikut ini adalah tips dan cara membuat CV kerja yang benar agar cepat dilirik oleh HRD.

Tips Agar Daftar Riwayat Hidup Dilirik HRD

Dalam cara mengisi daftar riwayat hidup, ada beberapa hal utama yang perlu Anda perhatikan. Di antaranya:

1. Format Penulisan dan Jenis Font

Meskipun kebanyakan format daftar riwayat hidup sudah bisa Anda dapatkan dari internet, namun template tersebut tidak bisa digunakan secara mentah-mentah.

Anda perlu mengatur ukuran garis tepi menjadi 2,5 cm dan jarak spasi 2 cm.

Gunakan juga font dengan ukuran 12. Sedangkan untuk jenis font-nya, gunakan antara Arial, Times New Roman, atau font yang sudah ditentukan oleh perusahaan.

2. Tulis Riwayat Pekerjaan Berdasarkan Urutan Tahun

Penulisan riwayat pekerjaan sebaiknya dilakukan dari pekerjaan yang pertama kali Anda jalani di paling atas, kemudian ke pekerjaan berikutnya di bagian bawah. Tuliskan juga job desk dan tahun aktif Anda di tempat kerja yang lama.

Jangan lupa, daftar riwayat hidup harus dibuat dengan jujur, tidak boleh mengada-ada dan memasukan pekerjaan yang sebenarnya belum pernah Anda jalani.

3. Cantumkan Referensi Profesional

Terakhir, cantumkan referensi profesional yang pernah mengenal Anda. Contohnya dosen, salah satu manajer atau petinggi yang Anda kenal di kantor lama, atau orang lain yang bukan keluarga dan kenal secara profesional.

Referensi yang perlu dicantumkan biasanya berupa email dan tempat mereka bekerja. Namun, Anda perlu meminta izin kepada orang terkait dulu sebelum mencantumkan mereka sebagai referensi.

Jadi demikianlah tips agar daftar riwayat hidup dilirik HRD. Memiliki daftar riwayat hidup yang efektif akan sangat membantu Anda ketika melamar ke sebuah perusahaan baru.