Hal-Hal Penting yang Harus Disiapkan Startup Agar Dilirik Investor – Pembahasanku

Selamat datang di Pembahasanku.com selalu bantu aku agar berkembang. Pada peluang saat ini, aku akan membahas berkenan Hal-Hal Penting yang Harus Disiapkan Startup Agar Dilirik Investor – Pembahasanku berharap bisa membantu kamu menambahkan wawasan.

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 hingga kini di penghujung September 2021 memang belum memperlihatkan tanda usai. Meskipun masih tetap diberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), perekonomian tampak bergeliat. Bahkan masih banyak saja startup bermunculan mencari peruntungan. Termasuk bagaimana upaya startup agar dilirik investor.

Perkembangan startup di Tanah Air memang bisa dibilang cukup membanggakan. Namun tak dipungkiri bahwa wabah corona turun menurunkan jumlah startup, setidaknya itu yang diungkapkan Bonifasius Wahyu Pudjianto selaku Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo kepada Merdeka.

Berdasarkan data yang dirilis Startup Ranking, jumlah startup di Indonesia dalam setahun ke belakang sebanyak 2.229. Masih cukup tinggi, tapi menurut Boni jika dibandingkan dengan data tahun 2019 yang mencapai 2.400-an startup, jelas memperlihatkan adanya penurunan. Hal inilah yang membuat Boni menyimpulkan kalau pandemi Covid-19 yang menurunkan kegiatan masyarakat turun bikin lesu startup.

Baca juga: Bisnis Startup sedang Krisis, Ini Caranya Bertahan!

Meskipun begitu geliat startup dianggap makin bergairah sejak paruh akhir tahun 2021. Mengingat pemerintah sudah melakukan program vaksinasi secara masif dan PPKM yang dianggap efektif, Indonesia berhasil lepas dari resesi ekonomi dan memberikan harapan baru . Tak heran kalau kini sudah semakin banyak saja usaha startup agar dilirik investor, demi melanjutkan roda bisnis yang sempat berhenti.

Kaitan Startup dan UMKM di Indonesia

kondisi startup di Indonesia
© Getty Images

Kendati saat ini kalau bicara startup selalu identik dengan perusahaan-perusahaan yang menawarkan layanan atau produk berbasis teknologi, sebetulnya startup sendiri merujuk pada perusahaan rintisan. Lantaran merupakan perusahaan rintisan, sudah pasti operasional bisnisnya bisa dibilang masih muda tapi memiliki potensi besar untuk berkembang ke depannya.

Menurut Kompas TV, sebuah bisnis dapat disebut sebagai startup jika memiliki minimal tiga faktor pendukung utama yakni founder alias pendiri bisnis, investor atau yang memiliki dana dan produk maupun layanan yang ditawarkan. Ketiga faktor inilah yang akhirnya membuat startup berbeda dengan para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).

Seperti yang disinggung sebelumnya, perkembangan startup di Tanah Air memang luar biasa pesat. Perkembangan teknologi membuat startup tumbuh subur bak jamur di musim hujan yang akhirnya memicu terjadinya disrupsi ekonomi. Bahkan saat ini sudah ada cukup banyak startup berstatus decacorn (valuasi mencapai US$10 miliar) di negeri ini seperti Gojek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak dan OVO.

Berbeda dengan bisnis konvensional, startup memang memiliki risiko yang lebih tinggi karena masih terus melakukan inovasi demi memperoleh pasar stabil sehingga membuat banyak pelaku bisnis startup harus rela ‘bakar uang’ di awal perjalanannya. Sedangkan bisnis konvensional termasuk UMKM misalnya, sudah langsung fokus memperoleh keuntungan dan meningkatkan omzet, agar modal bisa diputar lagi.

infografis Startup di Indonesia

Namun meski konsep bisnisnya berbeda, Menkop UKM Teten Masduki justru berharap upaya startup agar dilirik investor makin digalakkan . Karena bagi Teten, startup justru dipandang sebagai katalis sekaligus akselerator dalam memajukan UMKM Indonesia, seperti dilansir Kompas. Hal ini yang akhirnya membuat Kemenkop UKM berkomitmen melahirkan startup-startup baru yang unggul dan inovatif.

Melalui komitmen itulah, pemerintah mencoba memberikan kemudahan termasuk dari segi reformasi aturan dan regulasi. Di mana kini pelaku startup dan UMKM bisa mendapat inkubasi dari lembaga inkubator entah pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi hingga dunia usaha. Fakta bahwa digitalisasi merupakan ujung tombak Industri 4.0, startup jelas punya peran yang sangat penting.

7 Tips Startup Agar Dilirik Investor

Supaya startup bisa menjalankan perannya sebagai katalisator UMKM Indonesia, tentu startup itu harus berkembang terlebih dulu. Kembali lagi pada tiga faktor utama yang menjadi pondasi startup, keberadaan investor jelas tak bisa diacuhkan. Investor bahkan memegang kunci dalam kesuksesan startup itu sendiri.

Nah supaya bisnis startup yang Anda kelola bisa dilirik oleh investor dan akhirnya berkembang, tentu dibutuhkan strategi khusus. Apa saja? Berikut beberapa tips startup agar dilirik investor yang bisa Anda coba terapkan:

1. Punya Visi Misi Jelas

punya visi-misi
via Akseleran

Hal pertama sekaligus paling dasar yang wajib dilakukan startup agar dilirik investor adalah memiliki visi dan misi bisnis secara jelas. Perusahaan yang tidak memiliki visi dan misi, tak akan memperoleh kesempatan dilirik investor karena para pemilik dana jelas tak mau menanamkan modal pada startup yang tidak memiliki tujuan jangka pendek dan jangka panjang.

Baca juga: Cemas Hadapi Resesi? Ini 7 Rencana Bisnis yang Bisa Anda Terapkan

Karena itulah sebelum Anda akhirnya mencari calon investor dan menyetorkan proposal bisnis, pastikan startup yang Anda jalankan memiliki tujuan usaha dan strategi yang hendak dilakukan demi mencapai target. Misalkan saja Anda mengelola bisnis kuliner Islami, sampaikan kalau misi Anda adalah ingin mengenalkan konsep makanan halal kepada remaja, dengan visi jadi produsen terdepan di Indonesia.

Terdengar cukup menjanjikan, bukan? Nah, kondisi inilah yang akhirnya membuat investor bersedia mempertimbangkan. Namun patut diingat adalah jangan sembrono dan terlalu muluk dalam menentukan visi misi, karena bagaimanapun juga jika keinginan terlalu tinggi tanpa didasari kemampuan, Anda akan kesulitan mengelola bisnis dan justru bikin investor kecewa ke depannya.

Keberadaan visi dan misi ini juga menjadi landasan utama bisnis bisa berjalan ke depannya dan tetap teguh memegang prinsip yang sudah ditetapkan sedari awal, sembari mengikuti perkembangan yang ada di sekitarnya. Dengan begitu startup yang Anda kelola akan selalu memiliki identitas yang kuat.

2. Laporan Keuangan Stabil

Setelah visi dan misi bisnis yang jelas, usaha startup agar dilirik investor berikutnya adalah dengan memastikan laporan keuangan stabil serta sehat. Sama seperti visi dan misi bisnis, investor hanya mau menanamkan modal di perusahaan yang memiliki manajemen finansial jelas, transparan, dapat dipertanggung jawabkan dan tentunya sehat.

Tak ada yang mau menggelontorkan dana ke perusahaan yang merugi, sehingga investor akan cukup jeli dalam mengecek keuangan calon perusahaan yang hendak dipilih. Untuk itu supaya startup Anda bisa lolos, pastikan untuk memiliki laporan keuangan yang tepat sedari awal. Jika memang kondisi keuangan perusahaan tengah sulit atau merugi, lakukan perbaikan terlebih dulu sebelum mencari investor.

3. Terbuka dengan Risiko

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, startup memiliki risiko yang tinggi jika dibandingkan dengan konsep bisnis lain. Nah, Anda sebagai pelaku bisnis tidak perlu sibuk menutup-nutupi risiko ini karena calon investor sudah pasti ingin mengetahui baik-buruknya sebuah bisnis sebelum memutuskan menanamkan modal pada calon startup pilihan.

Karena itu jangan ragu memaparkan risiko yang bisa saja menghantui perjalanan bisnis startup Anda, tapi berikan pula solusi yang tepat dan kepastian kalau Anda mampu mengatasi seluruh problem dan risiko yang bakal di hadapi ke depannya. Jika Anda sebagai pelaku startup cukup percaya diri, maka investor pun akan yakin dan bersedia memberikan dana untuk berinvestasi.

4. Aktif Ikut Kompetisi

ikut kompetisi
via Kemenko PMK

Bagaimana pun juga usaha startup agar dilirik investor yang paling ampuh adalah dengan membangun branding yang positif. Salah satunya adalah aktif terlibat dalam kompetisi startup, karena itu bakal menambah nilai jual Anda di mata investor.

Investor jelas bakal mempertimbangkan startup yang kerap menang dalam kompetisi karena itu artinya bisnis tersebut populer dan punya potensi besar untuk berkembang. Selain kompetisi, beberapa pameran startup yang kerap digelar oleh pemerintah juga bisa Anda pertimbangkan untuk diikuti, demi menambah nilai jual dari bisnis Anda secara jangka panjang.

5. Pilih Investor Sesuai Kriteria

Tahapan berikutnya sebelum Anda mempersiapkan mental dan materi proposal, ada baiknya melakukan riset terlebih dulu mengenai calon investor. Yap, Anda harus tahu bahwa tidak semua investor cocok dengan bisnis startup yang Anda tawarkan. Misalkan saja Anda ingin memulai startup di bidang fintech alias financial technology, tentunya calon investor yang Islami dan menghindari riba akan sulit bergabung.

Dengan melakukan riset kecil-kecilan terhadap kriteria calon investor ini, maka Anda bakal bertindak lebih efektif dan efisien. Karena calon investor yang ditargetkan memang sesuai dengan konsep bisnis dan benar-benar berminat dengan jenis produk dari startup yang Anda jalankan nantinya.

6. Siapkan Proposal Menarik

Setelah bisnis yang Anda kelola sudah memenuhi berbagai kriteria di atas, maka langkah selanjutnya bagi startup agar dilirik investor adalah mempersiapkan proposal yang menarik. Dalam menarik perhatian investor, proposal memegang peranan paling penting. Karena lewat proposal bisnis yang Anda ajukan, calon investor bisa mengetahui seperti apa konsep, tujuan dan target bisnis startup yang Anda kelola.

Baca juga: 5 Hal yang Wajib Diperhatikan Dalam Menyusun Rencana Bisnis Bagi Pemula

Pastikan seluruh informasi yang dibutuhkan oleh calon investor sudah Anda sertakan dalam proposal seperti bagaimana operasional bisnis, pengolahan bahan baku, packaging produk hingga strategi pemasaran dan tentunya target pasar serta anggaran. Jika perlu lakukan diskusi dengan seluruh rekan kerja yang terlibat supaya proposal itu benar-benar aktual.

7. Beri Penjelasan Tepat ke Investor

presentasi jelas
via Universitas Medan Area

Dan inilah hal terakhir yang harus dilakukan pelaku startup agar dilirik investor yakni memberikan penjelasan dengan tepat, jelas dan menarik berdasarkan proposal yang sudah dirumuskan. Sebagus apapun proposal yang Anda tulis, jika penyampaian Anda saat presentasi tidak meyakinkan, bukan tak mungkin kalau investor malah kabur pada akhirnya.

Karena bagaimanapun juga, penjelasan lewat presentasi ini akan membuktikan betapa percaya dirinya Anda terhadap bisnis yang dijalankan, termasuk informasi bisnis yang dipaparkan memang terbukti profesional. Jika perlu, gunakan media visual dan bahasa tubuh yang mendukung. Paduan dari proposal dan presentasi yang menarik jelas akan bikin calon investor mudah terpikat.

Usai Dapat Investor, Startup Didorong untuk IPO

Ke depannya ketika bisnis startup yang Anda jalankan sudah memperoleh investor, Anda tentu tak boleh puas dan berhenti begitu saja. Lantaran perusahaan rintisan ini memang begitu identik dengan inovasi, beranikan diri untuk menetapkan rencana IPO (Initial Public Offering) di BEI (Bursa Efek Indonesia). Percayalah, lewat IPO ini Anda berpeluang besar memperoleh dana segar dalam jumlah lebih tinggi.

Demi mendukung ambisi IPO itu pula, BEI melakukan berbagai upaya lewat Program IDX Incubator, Papan Akselerasi hingga pengembangan peraturan dan kebijakan yang diharapkan memberi dampak positif bagi perkembangan startup-startup skala kecil. Bahkan di sepanjang tahun 2020, BEI melakukan diskusi dengan para pendiri pasar modal dan, para pendiri perusahaan teknologi hingga kalangan pemodal.

Menurut Andreas Surya selaku Wakil Sekjen Amvesindo (Asosiasi Modal Ventura Untuk Startup Indonesia), ada dua hal utama yang jadi kunci startup agar dilirik investor. Kedua hal itu adalah kapabilitas jajaran tim pendiri dalam mengembangkan dan menjalankan bisnis, serta pangsa pasar. Sehingga jika Anda ingin startup yang dikelola bisa sukses, kuasai kedua hal penting tersebut.